Kamis, 01 September 2011

Dibalik masa lalu

kian lama kian sirnah.
Rasa indah kan berubah jadi gundah
Gundah akan pergi menjauh
Menjauh menuju pesimpangan para pelabuh

Terpana akan waktu yang terus teriak
Tertusuk oleh bayang masa yang kan datang
Terpendam rintihan tangis yang terisak
Dan Akan berlabuh dalam kalbu yang malang

Terus membelakangi
Kian lama kian tua
Kian tua kian menjemput daku
Tuk tinggalkan atap cinta ku
Menuju gelap yang kian terang

Pendidikan tempaan pundak ku
Impian masa depanku
Dalam perjuangan jutaan detik kemudian
Kan berdiri tegar dari segalan rintangan

Terpaksa daku tuk memunafik
Bibir tak mampu melawan sejuta hutang
Mengidupiku dari peluh dan terik
Dan saatnya membayar pinta sang penyayang

Berpijak kaki dalam harapan
Ingin wujudkan menjadi sejuta kebanggaan
Namun keadaan kadang menahan
Menahan menuju ujung penantian

Keadaan kadang menyakiti jiwa kecilNya ini
Hanya karena sebuah otoritas dan ego semata
Jarum bibir kian merajut hati
Merajut hati indah bagi dirinya
Dan air mata........

Seakan hati ini menjadi mati
Karena kata kata yang suci
Suci bagi para penyihir
Yang terucap dari bibir

Semua hitam ku coba gores dengan senyuman
Kutambahkan putih agar tercipta keheningan
Ku hiasi dendam dengan kasih dan cinta
Dan menjadi sebuah maha agung karya

Semua sirna saat waktu bergulir ke tempat yang tepat
Bercengkrama indah adukan warna pelangi
Kotak gundah terbuka cepat
Dan kembang kembali semerbak damai

........"


1 komentar: